Bimtek Penyusunan Dokumen KPT Berbasis KKNI

DSC_0140Dalam rangka penyusunan dokumen Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Jurusan Kimia FMIPA Unpatti melaksanakan pendampingan kurikulum oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Kegiatan berlangsung pada tanggal 6-7 Februari 2018 di Gedung LP3 Unsrat, Manado. Pada kesempatan tersebut, sekretaris LP3 Unsrat Dr. Ir. Max R. J. Runtuwene, M.Si. dalam arahannya menyampaikan pentingnya setiap perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum berdasarkan perkembangan sains dan teknologi yang ada saat ini. Perkembangan ini menuntut program studi memperjelas profil lulusannya melalui sistem pendidikan di Perguruan Tinggi, sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau dunia industri yang tertuang dalam KKNI.

DSC_0147Perubahan kurikulum ini menjadi upaya untuk pengembangan terhadap tuntutan tersebut yang dalam realisasinya didukung berbagai aturan dalam penerapan KPT diantaranya; UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan pada pasal 29 tentang Kompetensi lulusan ditetapkan dengan mengacu pada KKNI, Perpres No.8 tahun 2012 tentang KKNI, Permendikbud No. 73 tahun 2013 tentang Capaian Pembelajaran Sesuai dengan Level KKNI, dan Permenristek Dikti No. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Setiap mahasiswa dalam KPT dituntut memiliki kemampuan dalam hal bersikap atau bertingkah laku, pengetahuan, kemampuan kerja, serta kemampuan managerial dan tanggung jawab. Target pencapaian ini, selanjutnya dijabarkan oleh perguruan tinggi dalam sebuah capaian pembelajaran pada setiap mata kuliah. Capaian pembelajaran yang disusun pada setiap mata kuliah harus sesuai dengan profil lulusan yang telah ditetapkan.

DSC_0171Kegiatan pendampingan penyusunan KPT ini dilakukan langsung oleh Kepala Pusat Kajian Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum Pembelajaran dan Tracer Study Unsrat, Dr. Saroyo, M.Si. Dalam bimbingan teknis tersebut, diawali paparan tentang tahapan yang harus dilakukan oleh suatu prodi dalam menentukan profil lulusan yang dilanjutkan dengan menyusun capaian pembelajaran untuk setiap mata kuliah. Lebih jauh disampaikan, setelah capaian pembelajaran disusun, pemilihan dan penentuan bobot bahan kajian harus dilakukan untuk melihat apa saja yang perlu dipelajari dan seberapa dalam tingkat penguasaannya. Berdasarkan pemilihan dan pembobotan bahan kajian maka mata kuliah dan jumlah SKS dapat ditentukan. Terakhir adalah menyusun rencana pembelajaran dengan tujuan memilih metode pembelajaran yang tepat dan menjabarkan indikator kelulusan apa saja yang harus terpenuhi. Output dari dokumen KPT tersebut berupa modul pembelajaran untuk tiap mata kuliah. Pada kesempatan tersebut Dr. Saroyo, M.Si. memberikan contoh langsung penyusunan kurikulum salah satu mata kuliah yang telah menerapkan KPT berbasis KKNI. (NG)

DSC_0149DSC_0173DSC_0191DSC_0196